Senin, 07 September 2020

Reborn in Peace



Berawal dari pertemuan mereka di junior high school salah sekolah favorit mereka di smp negeri 33 semarang dan sampai tongkrongan kucingan kongo . Sebut saja reborn in peace band distament berisi muatan berat . Band beranggota 4 orang berisi . Dio , anang ,dimas restu aji dan ekky ini menciptakan menuasa baru di kancah musik indonesia lebih tepat di semarang 

Mereka lebih suka menyebut musik mereka  yaitu gabungan hardcore ,death core dan stonner doom yang di racik jadi satu . Entah apa yang mereka pikiran hahaha menyatu itu semua dari satu set.

Sabtu, 07 Januari 2017

Harvest Hardcore (ACHC)

Harvest Moon dibentuk 2008 di kota Jawa Tengah dari Semarang, Indonesia.
Perot (twist, detonator) pada gitar, leo (Anjing geladak, seribu marah) pada bass, bom2 (satu enam remaja, Tamparan, Lanao del Sur mantan gay, seribu marah, grayscale) pada guitarII, keke pada vokal dan rudy (seribu marah, Gundala putra petir, Provokata) drum
dan sekarang 2012 Danar (berbaris tujuan, pasti kekerasan) pada Gembenk vokal dan (mengundang lagi) pada bass.
Atlas Kota hardcore adalah keluarga kami

AMBULANCE PANIC VOICE (APV)

AMBULANCE PANIC VOICE atau biasa dsebut "APV" adalah band yg bearasal dari SEMARANG central java . Terbentuk pada awal agustus 2009 . dengan line up :

Zacky - Gitar Vocal
Dhenie - Drum
Aldo - Gitar Back Vocal
Samid - Bass

Dengan lirik sederhana dan sedikit sentuhan synth , kami mencoba meramaikan musik indie Indonesia. Kami mengusung musik dengan genre Power pop / Pop Punk Tronik .Setiap salah satu dari kita memiliki kepribadian khusus yang membantu orang terhubung dengan kita untuk berinteraksi dan berbicara dengan setiap orang yang kita temui .
Kami percaya bahwa musik kami dapat diterima oleh banyak orang dan membuat mereka tidak akan berhenti untuk mendengarkannya ! WE ARE NOTHING WITHOUT YOU GUYS !

Serempet Gudal (sereal)

Pada awal 2014, ada fenomena kehidupan remaja putri yang masih di bawah umur terjun ke dunia “esek-esek” bebas. Masyarakat menyebut mereka sebagai Kimcil. Entah akronim dari kata apa, yang jelas Kimcil sudah bukan rahasia lagi dalam realitas kehidupan.

Sementara itu, beberapa tahun belakangan negeri tetangga Malaysia beberapa kali mengklaim mereka memiliki produk budaya khas negeri itu. Padahal sejarah membuktikan, produk budaya itu adalah milik Indonesia. Lalu muncullah olok-olok Malingsia.

Nah, Kimcil dan Malingsia itu kemudian diangkat menjadi lagu dengan lirik nakal yang sarat kritik, dikemas dengan kata-kata nakal. Namun, bukan hanya kritik belaka sebab dalam satu lagu ada juga petuah kehidupan. Itulah yang dilakukan band indie dari Semarang, Serempet Gudal.

Nama Serempet Gudal sebenarnya berkesan jorok. Dua kata itu adalah kata bahasa Jawa. Serempet berarti menyerempet, sementara gudal adalah kotoran atau plak yang melekat di gigi. Dari nama grup yang nakal, produk lagu-lagunya tidak jauh dari ndugal dan bengal.

"Setiap orang pasti punya gudal. Nama itu pun kami buat dengan usulan banyak teman. Setiap orang mengusulkan satu nama, kemudian dikopyok, keluarlah nama Serempet Gudal. Semoga rezeki selalu menyerempet kami, seperti gudal yang dimiliki setiap orang," kata Erry Budi Prasetyo, sang manajer.

Ia menuturkan, semua lirik berasal dari realitas sosial dan politik yang ada di kehidupan sehari-hari. "Bila ada sesuatu yang baru, kami membuat lirik lagu. Aransemen lagu pun kami buat bersama-sama," ujarnya.

Serempet Gudal memang termasuk genre band yang sarat kritik. Band ini seolah menjadi reinkarnasi dari grup band masa lalu, seperti Pancaran Sinar Petromak (1980-an), Harapan Bangsa (1990-an), Pengantar Minum Racun, The Product Gagal (2000-an), maupun Keroncong Chaos.

Awak band ini adalah musikus cadas. Namun ketika membentuk Serempet Gudal, mereka menanggalkan semua itu dan melebur ke musik baru. Mereka adalah Dimas Xella (vokal), Tilar Febri Pepeb (vokal latar), Alto Bonci (marakas), Gembeng (perkusi), Panji (gendang), Eka Bayi (lead gitar), Enno (bass), Bondan (gitar), Abil Kawul (keyboard), dan Inu Ambon (drum).


Awalnya Mahasiswa
Band itu terbentuk pada 5 Mei 2006. Awalnya mereka adalah para mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro Semarang (Udinus). Mereka bermusik ria bersama di teras kampus, membawakan aneka lagu dengan lirik lucu.

Karena memiliki keunikan khas, Serempet Gudal mendapat job tanggapan, mulai acara sunatan hingga pengantin. "Pernah sehabis pentas hanya dibayar nasi kotak dan ucapan terima kasih. Itu pun tidak masalah. Bagi kami, yang penting bisa tampil bersama," ucap Erry mengenang.

Tanpa diduga, keunikan mereka membawa berkah. Tanggapan bukan sebatas kepada perhelatan sunatan dan pengantin, tetapi sudah merambah sebagai band pembuka pada saat band-band ternama dari Ibu Kota manggung di daerah Jawa Tengah. Perhelatan resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang pun mengundang Serempet Gudal.

Tidak mengherankan jika Xella dan kawan-kawan mendapat hati di kalangan anak-anak muda. Mereka memiliki fans yang menamakan diri Begundal Handal. Lagi-lagi nama yang aneh.

"Kami selalu bertemu Begundal Handal setiap Sabtu malam di Taman KB, Jalan Menteri Supeno, Semarang. Posisi kami setara, saling ledek karena benar-benar sebagai teman," ujar Erry.

Sekitar 30 lagu sudah mereka buat. Pada 2008, mereka menerbitkan minialbum Semarangan. Mereka berencana menyelesaikan album yang lebih besar pada akhir tahun ini. "Banyak penggemar itu menjadi tantangan bagi kami karena harus bisa tumbuh lebih baik dan lebih besar," tutur Xella.

Selain Kimcil dan Malingsia, lagu-lagu nakal mereka lainnya adalah “Selaput Dara”, “Andeng-andeng”, “Zeng Zeng”, “Gitting”, “Brokenpop”, “Balado Kawan Lamo”, “Dioyak Asu”, “Tamara Jalan Raya” dan “Bloody Mommy”.

Pada 13 September 2014, mereka akan pentas di Pulau Dewata yang bertempat di Lingkar Art Space Denpasar. "Bagi kami, ini merupakan capaian yang besar untuk sekelas band yang hanya bermodal semangat dan kekeluargaan," ucapnya.

Erry mengaku, tampil di panggung besar, apalagi hingga perhelatan besar di luar pulau, dulu jauh dari angan-angan. Ketika video klip mereka diunggah ke Youtube, berbagai komentar yang ada di sana sudah menjadi juri yang objektif atas karya-karya mereka

Sugar Bitter

Sugar Bitter adalah unit Indie Rock yang terbentuk pada 2012 yang terdiri dari Lazuardi Rifki (Vokal), A. Luthfi Maajid (Gitar), dan Ardian Daniswara pada drum. Musik Sugar Bitter berada di bawah payung Indie Rock dengan memasukan beberapa unsur terutama Post-punk Revival dan Garage Rock.
Riff gitar dan rythm yang saling berpautan menjadi fokus utama dari musik Sugar Bitter, dipadukan dengan tabuhan drum yang agresif serta bass yang melodis. Vokal yang padat dan tajam menjadi titik tengah dari lagu mereka. Selain itu, Sugar Bitter juga banyak terpengaruh oleh unsur Stoner Rock dan Desert Rock yang membuat musik mereka lebih agresif dan berenergi. Sentuhan mood Psychedelic turut memberikan suasana yang gelap dengan modulasi semacam delay dan rotary.
Sugar Bitter merilis singe pertama pada awal 2013 berjudul Story Teller dan single berikutnya yakni Circle Of Life pada akhir 2013. Circle Of Life masuk kedalam album kompilasi “Aliansi Musik” edisi Oktober 2014 yang diprakarsai oleh salah satu media alternatif yang berbasis di Jakarta,

Legit (024st)




Berangkat dari konflik di dalam tubuh komunitas, 024 Streets kini mengubah haluan sebagai wadah bernaung para musisi dan rapper hip-hop kota Semarang dalam bentuk label independen bernama 024 Streets Records. Setelah sukses mengagendakan Semarang Banjir serta album kompilasi “Komplikasi” yang bertepatan dengan perayaan Record Store Day 2015 silam, kolektif yang kembali menyalakan boombox ini melahirkan proyek baru bernama Legit!. Wajah-wajah yang tergabung dalam proyek ini pun sudah tak asing. Beranggotakan Mere, Greedysmoker, Gedowor, Rendy-O, dan dibantu oleh komposer sekaligus Disc Jockey handal, Dirty Wake, grup tersebut menggebrak panggung musik Semarang dengan konsep dan materi yang lebih ramai.
Terbukti dengan diluncurkannya single perdana “Ain’t No Surrender” ini berhasil menampilkan konsep musik yang lebih segar di ranah musik hip-hop Kota Semarang. Single ini juga dirilis bersamaan dengan video klip garapan Megabay Pictures. Produksi video klipnya sendiri mulai digarap sekitar bulan April lalu. Mengambil latar di reruntuhan dan puing-puing bangunan utama Pasar Johar Semarang, Legit! ingin menginterpretasikan musiknya mengenai dampak ekonomi-sosial masyarakat terutama para pedagang di Pasar Johar paska terjadinya ‘kebakaran’.
Video klip beserta single ini sendiri sebenarnya telah diluncurkan secara resni pada 15 Mei lalu dalam acara “Legit! Screening Video” bertempat di Braveat Munchies Club. Dikarenakan suatu hal, video musik ini baru diunggah melalui kanal YouTube pada Sabtu (21/8) kemarin. Simak video klip grup hip-hop

Screaming School

Screaming School adalah band asal Semarang, Indonesia yang bergenre massive tension grunge, dengan selalu mengumbar riff-riff gitar low and reattle buzz sound, yang ditingkahi pukulan drum power full dengan sejuta fill’in. Screaming School (SS) beranggotakan 3 personil antara lain : JONET sang Vokalis sekaligus gitaris ( scream and struming, pemuja kurt cobain dan penganut kedigjayaan nu-metal ). SASTRO pemain basis ( three rattle and low strings,backing vocal ), dan CHEEKY penabuh drum ( powerfull drummer with punk rock spirit). Dari hasil karya yang mereka garap bertiga menyajikan sebuah harmonisasi dari sound gitar dan buzz pada frekuensi rendah yang iramanya selalu terjaga oleh hentakan drum yang berat.
 Hingga saat ini Screaming School adalah band Indonesia yang selama ini masih bertahan di ranah grunge. Dengan formula sound yang lebih modern dan lebih distortif membuat warna grunge yang di usung Screaming School menjadi lebih agresif dan liar. Semua itu dapat kita dengar dan lihat dari hasil karya mereka,.. dan dapat disimpulkan dari hit's Singgle lagu mereka yang saat ini telah dikenal masyarakat musik dan band-band indie tanah air dengan judulnya "Missing Lullaby".

Kini mereka memiliki kesibukan dengan jadwal manggung nyaris padat dan memulai proses penggarapan Album EP mereka. Dengan hasil karya yang selalu produktif dan berkembang membuat Screaming School menjadi satu-satunya band paling berbahaya abad ini.