Sabtu, 07 Januari 2017

Sunday Sad Story



SundaySadStory



Sunday Sad Story adalah band metal asal Semarang yang cukup diperhitungkan di blantika metal nasional. Videoklip mereka ‘An Hour Of Trial’ sempat menjadi chart nomer wahid selama beberapa bulan di stasiun televisi lokal Semarang. Lagu mereka juga berhasil menembus masuk di tingkat nasional di event Speedytrek, bahkan band yang digawangi Reza Fajar Nuary (vokal), Antok Constantine (drum), Almando Charles (gitar), Adit Kempul (gitar), dan Bondan (bass) ini dipercaya menjadi penampil pembuka pada konser Rufio, band speed punk asal Amerika Serikat di Jakarta pada 2010 lalu.
Sunday Sad Story adalah ungkapan jiwa yang menggambarkan apa yang sering mereka alami ketika hari Minggu tiba. Lelah sehabis beraktivitas, dan akirnya cuma terbaring di ranjang menghabiskan hari libur yang cuma sehari saja. ‘Metalcore’ yang mereka usung masih bisa dinikmati dengan riff gitar yang ringan serta beatdown yang cukup nyaman di telinga awam. Sunday Sad Story mengaku terpengaruh dengan sound band-band seperti; As i Lay Dying, August Burns Red, Killswitch Engage, Parkway Drive, Exodus, dan sejenisnya.
Sunday Sad Story mengaku memilih jalur Metalcore karena terdapat banyak unsur yang bisa dimasukkan dalam musik jenis ini, contohnya clean vokal yang terdapat pada beberapa lagu mereka. “Prosesnya sedikit memakan waktu lama, karena kita juga perlu menganalisis benang merah ketika memainkan riff riff gitar maupun sound metalcore, tapi setelah ketemu jadi terasa mudah,” aku sang gitaris Almando kepada Music Zone, Tribun Jogja.
Berawal dari kecintaan musik yang sama, Almando mencoba mengumpulkan beberapa temannya untuk mendirikan band ini. Sunday Sad Story resmi berdiri 27 November 2007 lalu di kota Semarang. Selang berjalannya waktu, formasi awal mereka berantakan karena kesibukan masing-masing personelnya. Band ini praktis vakum untuk beberapa saat, dan yang tersisa hanya Almando seorang diri.
Dengan tekad yang kuat, cowok gondrong yang bekerja di Strato Music Production ini mencoba menghidupkan band ini dengan mencari personel baru yang ditinggalkan personel lama. sepasang kakak beradik yang gemar musik cadas, Antok (drum), dan Tyo (gitar) mengisi kekosongan, dan dilanjutkan dengan masuknya Bondan yang menawarkan diri bergabung setelah sebelumnya memperkuat band Funbox. Reza pun bergabung terakhir untuk mengisi kekosongan posisi vokalis. Dengan berkumpulnya personel ini, praktis Sunday Sad Story juga berubah haluan menjadi sedikit kencang dan berat. Mereka pun mengurus manajemen band dengan lebih teratur akan jadwal dan seluruh keperluan lainnya.
Selain musik metalcore yang mereka mainkan ini, Sunday Sad Story juga selalu mengombinasikan audio dengan visual saat kita di atas panggung. Adalah kenikmatan tersendiri ketika audience bisa menikmati dan mengikuti alunan musik dan dapat ber’headbang’ bersama. “Itulah tantangan dimana saja kita perform, bisa membuat penonton headbang menikmati hentakan musiknya,” ujar gitaris yang akrab disapa Dodo ini.
Lirik-lirik Sunday Sad Story banyak bercerita tentang kehidupan manusia. Beberapa lagu mereka di antaranya, ‘Ambisi’, ‘An Hour Of Trial’, ‘Confession’ bercerita tentang sisi hidup manusia, dan lagu tersebut saling berkaitan antara satu dengan lainnya. ‘Ambisi’ bercerita tentang sifat dasar manusia yang ambisius mendapatkan sesuatu yang besar tanpa melihat sekitar. Sedangkan ‘An Hour of Trial’ bercerita tentang keterpurukan seseorang ketika ambisi yang dikejarnya kemudian gagal. ‘Confession’ adalah anthem tentang akhir dari semua ambisi dan keterpurukan, yaitu pertobatan.
Kini, Sunday Sad Story sedang menyelesaikan album ‘Human Error’ yang digarap dan di sponsori oleh Strato Studio yang merupakan satu di antara beberapa studio tertua di Semarang. Tahun ini juga album ini akan dirilis, beserta launching dan promo tour. (rap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar